Monday, 20 April 2015

Cara Mengukur Suhu Tubuh Melalui Aksila dengan baik dan Benar

Cara Mengukur Suhu Tubuh Melalui Aksila dengan baik dan Benar

Assalamualaikum wr.wb sobat Atjeh17Team, akhirnya malam ini saya sempat posting artikel juga hhe... artikel ini masih berhubungan dengan keperawatan seperti postingan saya sebelumnya, namun sekarang saya akan berbagi sebuah artikel tentang Cara Mengukur Suhu Tubuh Melalui Aksila dengan baik dan Benar:

Mengukur suhu tubuh aksila

                          a.       Pengertian
                                    Mengukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer yang ditempatkan di ketiak atau aksila.

                          b.      Tujuan
                                    Mengetahui suhu tubuh pasien untuk menentukan tindakan keperawatan dan membantu menentukan diagnosis.

                          c.       Persiapan alat, baki berisi :
                                    1)   Thermometer air raksa atau thermometer digital siap pakai.
                                    2)   Bengkok.
                                    3)   Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya.
                                    4)   Kertas tisu dalam tempatnya.
                                    5)   Sarung tangan.
                                    6)   Buku catatan dan alat tulis.

                          d.      Prosedur pelaksanaan
                                    1)   Bawa alat ke dek pasien.
                                    2)   Beritahu pasien tentang prosedur dan tujuannya.
                                    3)   Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
                                    4)   Pasang tirai atau tutup gorden atau pintu ruangan.
                                    5)   Bantu pasien untuk duduk atau posisi berbaring terlentang. Buka pakaian pada lengan atas.
                                    6)   Masukkan thermometer ke lengan ketiak, turunkan lengan, dan silangkan lengan bawah pasien.
                                    7)   Pertahankan thrmometer
                                           a) Air raksa selama 5-10 menit.
                                           b) Digital: sampai sinyal terdengar atau penunjukan digit terbaca.
                                    8)   Ambil thermometer dan bersihkan menggunakan tisu dengan gerakan memutar dari atas ke arah reservoir kemudian buang tisunya. Mencegah kontak mikroorganisme dengan tangan pemeriksa. Bagian ujung thermometer adalah area yang paling banyak terkontaminasi.
                                    9)   Baca tingkat air raksa atau digitya.
                                    10) Bantu pasien merapikan bajunya.
                                    11) Bersihkan thermometer air raksa.
                                    12) Turunkan tingkat air raksa atau kembalikan thermometer digital ke skala awal.
                                    13) Kembalikan thermometer pada tempatnya.
                                    14) Cuci tangan.
                                    15) Dokumentasi dalam catatan perawatan.

                   Tabel suhu tubuh normal sesuai umur :

Umur
Suhu (derajat celcius)
3 bulan
37,5
1 tahun
37,7
3 tahun
37,2
5 tahun
37,0
7 tahun
36,8
9 tahun
36,7
13 tahun
36,6


Sekian artikel dari saya tentang Cara Mengukur Suhu Tubuh Melalui Aksila yang dan benar, semoga bermanfaat khususnya bagi pembaca, apabila ada yang kurang paham atau adanya tambahan, bisa anda sampaikan melalui kolom komentar terima kasih, wassalam

Friday, 17 April 2015

Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik

Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik

Assalamualaikum wr.wb sobat Atjeh17Team, pada postingan ini aya akan melanjutkan pembahasan dari artikel saya sebelumnya yang tentang prosedur melakukan pemeriksaan fisik, tapi sekarang saya akan melanjutkan tentang artikel metode Melakukan pemeriksaan fisik, nah bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana metode tindakan pemeriksaan fisik yang benar simak artikel saya ini:

Metode Melakukan Pemeriksaan Fisik

            1.      Inspeksi

                     Inspeksi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik melihat dan mengingat yang dapat menilai :
a.    Kesan umum penderita.
b.    Warna permukaan tubuh.
c.    Bentuk tubuh dan bentuk bagian tubuh.
d.    Ukuran tubuh dan ukuran bagian tubuh.
e.    Gerakan tubuh dan gerakan bagian tubuh.

Cara melakukan inspeksi :
a.        Posisi pasien dapat tidur, duduk atau berdiri.
b.        Bagian tubuh yang akan diperiksa harus bebas.
c.        Bandingkan bagian tubuh yang berlawanan (kesimetrisan) dan abnormal.
d.        Dokumentasikan dalam catatan pearwatan.

                          2.      Palpasi

                                    Palpasi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik perabaan mempergunakan ujung jari dan tangan yang dapat menilai :
                                    a.    Permukaan.
                                    b.    Getaran dan denyutan.
                                    c.    Keadaan alat di bawah permukaan.

                          Teknik palapasi :
a.        Palpasi ringan, bersifat supervisial dan lembut. Digunakan untuk menilai lesi pada permukaan atau dalam otot.
b.        Palpasi medium, digunakan untuk menilai lesi medieval pada peritoneum dan untuk masa, nyeri tekan, palpasi (meraba denyut) dan nyeri pada kebanyakan struktur tubuh.
c.        Palapasi dalam, digunakan untuk menilai organ dalam rongga tubuh dan dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan.

                          Cara melakukan palpasi, yaitu :
                                    a.    Daerah yang akan dipalpasi harus bebas.
                                    b.    Jari telunjuk dan ibu jari untuk menentukan besarnya benda.
                                    c.    Jari 2, 3, dan 4 untuk menentukan konsistensi.
                                    d.    Telapak tangan untuk merasakan getaran.
e.    Ujung-ujung jari untuk menentukan rasa sakit.

                          3.      Perkusi

            Perkusi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik mengetuk permukaan badan dengan bantuan jari-jari, tujuannya untuk mengetahui keadaan organ dalam tubuh. Ada lima nada yang akan dihasilkan dengan teknik perkusi, yaitu :
                                    a.    Pekak, mempunyai intensitas lembut sampai menengah, nada tinggi, waktu agak lama kualitas seperti petir (hati).
                                    b.    Redup
                                    c.    Sonor
                                    d.    Hipersonor, mempunyai intensitas amat keras, waktu lebih lama, kualitas ledakan  (empisema paru).
                                    e.    Timpani, mempunyai intensitas amat keras, waktu lebih lama, kualitas ledakan (empisema paru).

                          Cara melakukan perkusi, yaitu :
                                    a.    Jari tengah tangn kiri diletakkan pada permukaan yang akan diperkusi.
                                    b.    Tempatkan tangan kanan dekat daerah yang akan diperkusi dalam posisi menekuk ke atas, jari tengah dalam sikap fleksi dan siap mengetuk.

                          4.      Auskultasi
                                    Auskultasi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan teknik mendengarkan suara yang terdapat di dalam tubuh dengan bantuan alat yang disebut stetoskop.

                          Cara melakukan auskultasi adalah :
                                    a.    Pasangkan kedua "ear pieces" ke dalam telinga.
                                    b.    Letakkan salah satu membran atau cup, tergantung daerah mana yang ingin kita dengar.

DAFTAR PUSTAKA

Priharjo, Robert. 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC.
Bates, Barbara. 1998. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta: EGC.


Sekian artikel dari saya tentang Metode Pemeriksaan Fisik, semoga bermanfaat khususnya bagi pembaca, apabila ada yang kurang paham atau adanya tambahan, bisa anda sampaikan melalui kolom komentar terima kasih, wassalam



Prosedur Melakukan Pemeriksaan Fisik yang Benar

Prosedur Melakukan Pemeriksaan Fisik yang Benar

Assalamualaikum wr.wb sobat Atjeh17Team, pada postingan ini aya akan melanjutkan pembahasan dari artikel saya sebelumnya yang tentang pemeriksaan fisik, tapi sekarang saya akan melanjutkan tentang artikel Prosedur Melakukan pemeriksaan fisik, nah bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana tindakan pemeriksaan fisik yang benar simak artikel saya ini:

                   Prosedur Melakukan Pemeriksaan Fisik

1.        Cuci tangan sebelum tindakan.
2.        Jaga privasi pasien.
3.        Jelaskan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.
4.        Tinggikan tempat tidur pada ketinggian yang sesuai.
5.        Siapkan peralatan dan dekatkan alat-alat.
6.        Pakai sarung tangan.
7.        Memeriksa keadaan umum pasien, kesadaran dan penampilan.

8.        Memeriksa tanda-tanda vital meliputi :
           a.    Mengukur tekanan darah.
           b.    Memeriksa suhu tubuh.
           c.    Menghitung frekuensi nadi.
           d.    Menghitung frekuensi pernapasan.
                  e.    Nyeri.
9.    Kepala
                 a.    Rambut; kebersihan, warna, tekstur, distribusi, kuantitas, ketebalan dan lubrikasi.
                 b.    Lingkar kepala.
                  c.    Inspeksi dan palpasi fontanel.
10.  Mata
                 a.    Inspeksi kesimetrisan, kebersihan, konjungtiva, sklera, sekret dan air mata.
                 b.    Inspeksi kondisi palpebra, alis, kelopak mata, aparatus lakrimal, kornea, pupil, dan iris.
                 c.    Uji refleks pupil.
                 d.    Uji ketajaman penglihatan, lapangan pandang, gerakan ekstraokuler dan struktur mata internal dan eksternal.
11.  Telinga, hidung, tenggorokan (THT)
                 a.    Inspeksi telinga; bentuk, kebersihan, dan serumen.
                 b.    Inspeksi hidung; kebersihan, polip, sekret, dan pernapasan cuping hidung.
                 c.    Inspeksi tenggorokan; benjolan, sakit wakyu menelan, dan kesimetrisan trakea.
                          12.    Mulut
                 a.    Inspeksi pertumbuhan gigi, kebersihan gigi, dan gusi.
                 b.    Inspeksi bibir; warna, bentuk (normal) dan kelembaban.
                 c.    Inspeksi palatum.
13.    Palpasi vena jugularis dan karotis.
14.    Dada
                 a.    Inspeksi kesimetrisan dada, pengembangan dada, trauma, dan bengkak.
                 b.    Palpasi denyut jantung.
                 c.    Perkusi suara paru-paru.
            d.    Auskultasi bunyi napas, ekspirasi dan inspirasi, dan irama napas.
                 e.    Auskultasi jantung; bunyi jantung, kekuatannya, denyutannya, dan irama jantung.
15.    Abdomen
                 a.    Inspeksi kesimetrisan; bentuk dan konsistensi.
                 b.    Perkusi dan palpasi hepar dan ginjal.
                 c.    Ukur lingkar perut.
                 d.         Auskultasi bising usus.

16.    Ekstermitas
                 a.    Uji rentang gerak (range of motion).
                 b.    Uji kebebasan gerak
                 c.    Uji refleks babinsky, moro, palmar, plantar, flasing, berenang, dan berjalan.
                 d.    Inspeksi kuku; warna bantalan kuku, kebersihan, panjang, ketebalan dan bentuk plat kuku, tekstur kuku, sudut antara kuku dan bantalan kuku dan kondisi lipatan kuku lateral dan proksimal di sekitar kuku.


17.    Genetalia
                 a.    Inspeksi; bentuk, kebersihan, dan posisi uretra.
                 b.    Inspeksi buang air kecil (BAK); frekuensi, warna, dan bau.
18.    Anus
                 a.    Inspeksi; bentuk, kebersihan, dan letak anus.
                 b.    Inspeksi buang air besar (BAB); frekuensi, warna, konsistensi, dan bau.
19.    Kulit
                 a.    Periksa warna dan kebersihan kulit, keutuhan kulit, kelembaban, tekstur, turgor, vaskularitas, edema, dan lesi.
20.    Rapikan pasien.
21.    Atur posisi yang nyaman.
22.    Rapikan peralatan.
23.    Cuci tangan setelah tindakan.
24.    Ucapkan salam penutup.
25.    Dokumentasi hasil tindakan pemeriksaan fisik.

DAFTAR PUSTAKA

Kozier, Barbara. 2000. Fundamental of Nursing: Conceps, Process and Practice: Six Edition. California: Menlo park.
Priharjo, Robert. 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC.
Bates, Barbara. 1998. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta: EGC.


Sekian artikel dari saya tentang Prosedur Pemeriksaan Fisik, semoga bermanfaat khususnya bagi pembaca, apabila ada yang kurang paham atau adanya tambahan, bisa anda sampaikan melalui kolom komentar terima kasih, wassalam